PER SUDUT

Sudutku atau sudutmu?
Mungkin akan berbeda…
Itulah kenapa aku menjaga hatimu…
Walau dari jauh aku tak setuju…
Mungkin suatu saat kamu akan memahami sudutku…
Karena ku coba menyelamatkanmu…
Disaat yang lain mencoba untuk menjebak hati lemahmu…
Bersikap selayaknya membela…
Tapi belati di tangan terjaga…
Diamku saat ini, beharap adalah emas untuk menyelamatkanmu nanti…
.
25 November 2018
Sudut di Pusat Ibukota
Photo by @fariechahady

Advertisements

WAJAH TERAKHIR

Kamu tahu setiap cerita mereka?
Darimana?
Dari mereka yang lainnya?
Atau hanya asumsimu saja?
Kamu tidak akan pernah mengetahui sebenarnya mereka…
Wajah pertama atau wajah kedua…
Wajah terakhir tidak pernah kamu sentuh jika kamu bukan bagian darinya…
.
25 November 2018
Pusat Metropolitan
Photo by @fariechahady

WANITA SAAT INI

Cerita ini bila dilihat dari sudut pandang laki-laki yang tidak mengalami hal ini sekali dua kali…

Tidak hanya cerita dari satu dua lelaki…

Entah apa memang aku baru tahu atau wanita saat ini berbeda? Tidak semua tapi banyak… Mungkin lebih dari yang diketahui…

Mereka selalu mengandai… Mengeluh… Merasa menjadi korban…

Mereka menganggap pria saat ini terlalu baperan… Mereka menganggap pria saat ini hanya berani dalam kata…

Mereka menganggap pria itu manusia kuat yang bisa dimainkan.. Ditarik ulur sesuka hati… Mereka menganggap pria itu itu manusia kuat yang tak pernah menangis… Mereka menganggap pria itu manusia kuat yang mudah berganti hati…

Wanita saat ini menggambarkan dirinya sebagai wanita spesial tanpa menjadikan diri mereka spesial untuk laki-laki spesial…

Wanita saat ini menggambarkan dirinya siap berumah tangga padahal dengan mental yang bahkan tak lebih dari sehelai rambut…

Wanita saat ini menggambarkan dirinya yang selalu menunggu tanpa ada lelaki yang berani melamar, hanya untuk menarik simpati dari para pria atau sekedar ingin dikomentari di sosial media bahwa mereka lelah sendiri… Padahal tidak…

Wanita saat ini menggambarkan dirinya adalah yang paling setia, paling sholihah, paling berilmu, paling hebat dari pasangannya… Tapi… Tanpa sadar menjadi bumerang dan melukai imamnya…

Lalu dengan mudahnya mereka menolak lamaran seorang laki-laki dengan alasan yang dibuat-buat bahkan berkesan si pria yang bersalah… Padahal dengan bangga, dipostingan mereka yang masih menggantung jelas terpampang kata-kata mereka yang memancing orang lain untuk menggoda komentar… Mungkin ini bisa jadi salah satu caption yang biasa mereka pakai… “Foto sendiri terus,kapan berduanya” atau “Kondangan sendiri terus, kapan dikondangin” dan sejuta caption lainnya… Semua terasa hilang begitu saja ketika ada seorang pria yang serius melamar dan keluarlah berjuta alasan untuk menolak, bahkan menyudutkan hingga menjatuhkan harga diri si pria…

Mereka merasa mental mereka paling siap, tapi dengan mudahnya kata pisah terucap… Dan mulai mengada-ada hanya untuk berargumen bahwa merekalah yang jadi korban…

Mereka merasa lebih hebat hingga kalimat-kalimat merendahkan meluncur keluar tanpa mereka tahu, bagaimana hancurnya harga diri seorang pria didepan mereka saat itu…

Dengan congkak mereka mengatakan para pria terbawa perasaan… Padahal mereka yang menginginkan hal itu… Dengan angkuh mereka mengatakan, masa laki-laki cengeng dan lemah… Padahal mereka yang sudah menyayat tajam bagian terlembut laki-laki…

Saat para pria bersikap tegas dan keras… Mereka bilang kasar…

Saat para pria diam dan berurai dalm sesenggukan tangis… Mereka bilang lemah…

Saat para pria sedang berjuang mencari pekerjaan… Mereka bilang para pria pengangguran dan mereka bekerja menganggap lebih baik daripada pria mereka…

Mereka minta ini itu… Tapi ketika para pria sibuk bekerja untuk memenuhi permintaan mereka… Mereka menganggap para pria tidak peduli dengan mereka dan mencari perhatian dari yang lainnya…

Memang tidak semua… Tapi banyak…

Wanita saat ini yang ber-caption ria dan mencoba membalikan realita yang ada…

Wanita saat ini…

Hanya wanita akhir zaman…

Dan sayapun hanya pria yang terombang-ambing lautan ego mereka…

#catatan #cerpen #poetry #poem #melankolis #puisi #sajak #elegi #romantic #syair #indie #senja #kopi #teh #cinta #pernikahan #wanita

Jakarta, 14 November 2018

@fariechahady

KLISE

Jika menuliskan kata di hati semudah mengetikkan kata di sini…
Mungkin tak sesulit itu menempatkanmu disana…
Banyak yang bilang, hal yang didapatkan dengan mudah akan dengan mudah dilepas…
Begitu sebaliknya…
Lalu bagaimana jika yang didapat dengan sulit ternyata terlepas juga dengan mudah?
Apakah sebegitu tidak adilnya?
Apakah orang penyabar harus selalu mengalah dan diinjak?
Apakah orang baik harus selalu dihancurkan?
Karena mereka orang baik…
Mereka akan memaafkan bukan…?
Karena mereka orang baik…
Mereka akan selalu ikhlas tak mendendam bukan?
Jadi…. Apakah aku baik?
.
Jakarta, 10 November 2018
@fariechahady
.
#catatan #cerpen #poetry #poem #melankolis #puisi #sajak #elegi #romantic #syair #indie #senja #kopi #teh #cinta #pernikahan

SAYAP-SAYAP PATAH

Sayap itu sekali lagi patah…
Menggigil dibawah langit yang meng-abu dan menjerit…
Tangisnya pun pecah…
Tanpa bisa melawan angin yang mengubah alur tangisannya…
Lalu siapa yang bisa tertawa terakhir…?
Mereka yang sombong dan merendahkan…
Takkan sampai jua hati mereka di tanah…
Bukan jua dia yang bak maha…
Sayap itu patah…
Hati itu patah…
Tuhan tak selalu diam…
.
.
Kelabu di Selatan Jakarta, 9 November 2018
@fariechahady

#poetry #poem #melankolis #puisi #sajak #elegi #romantic #syair #indie #penyair

HINA DALAM BIRU

Kalut membumbung tinggi…

Membungkam semua asa dan harapan…

Pembuktian aku hanya sehina bangkai dan serendah palung laut…

Semua begitu tinggi dan dihempas seketika oleh lidah tak bertulang…

Sabar dalam diam kadang tak bermakna…

Bejat hanya menjadi titel diri dipandangan mereka…

Aku hanya sekedar seonggok kotoran dan tak lebih bagi mereka…

Aku bukan lagi sekedar kalut biru…

Tapi hitamnya air bah yang mungkin tak bisa kembali bening di pandangan mereka…

Termasuk kau…

Jakarta, Pelita tertelan kelam….

30 Oktober 2018

KELANA

Puan menjatuhkan Tuan…

Di terik yang berkarat…

Tanpa iba mengikis semua percaya…

Lalu kemana tuan harus mengadu…

Hanya debu tanpa harus menunggu…

Lalu kenapa tuan masih membiru…

Terbujur kaku tak peduli suhu…

Kau bodoh tuan…

Kau bodoh tuan…

Kau bodoh tuan…

Tunggu sampai tuan tahu semua hanya bingkisan angan…

Kau telah membodohi tuan hai puan…

Jakarta, 5 Oktober 2018

By FH – Tuan di Selatan Jakarta

MATA BERANGIN

Kita tidak pernah tahu kemana layar kita mengarah…
Utara?
Selatan?
Barat?
Timur?
Apakah kita sadar jika angin tak lagi mengelus kita?
Mengakhirkan segala rencana perjalanan kita..
Lalu daripada berfikir penuh asa kemana kita kan mengarah?
Sudahkah kita merubah cara berlayar kita?
Bersyukur dan memperbaiki…
Sampai kita tiba di tujuan akhir…
Atau berhenti di tengah ombang ambing lautan…

Surabaya, 29 Juli 2018

By Fariecha Hady